Thursday, December 12, 2013

Fotografi


Didit Anindita
Fotographer





Tips ketika memotret suatu objek ada 10 yaitu:


Bukaan diafragma lebar (angka aperture kecil)

Kontak mata

Gunakan focal length panjang

Hitam & putih

Jangan gunakan built-in flash

Gunakan pose yang benar

Hindari warna baju terang

Perhatikan posisi dagu

Jangan gunakan background yang ramai

Perhatikan posisi hidung dan garis pipi



Foto Model Majalah
Lensa yang digunakan adalah lensa standart 50 mm, atau setara dengan mata manusia.


Foto Makanan

Menggunakan lensa makro dengan titik fokus 2/3 objek. 


Foto Black and White

Foto black and white menggunakan zone system dengan gradasi warna, sinar, dari terang ke putih dan perlahan menjadi gelap.


Foto Produk / Still Life Photography

Menggunakan lensa makro.



Didit Anindita
10 Desember 2013





Leonardus G.
Willy C.
Brenda S.
Jojo T.

Politik dan Pemilu

Oleh : Bapak Tri Agung Kristanto.

Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasan dalam masyarakat yang berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara, juga sebagai seni dan ilmu dlam meraih kekuasaan secara konstitusional maupun non-konstitusional.

Tahun depan merupakan tahun politik di Indonesia, 12 partai politik sudah terpilih dan beberapa diantaranya sudah menyiapkan capres beserta dengan cawapresnya dalam pemilu tahun 2014 mendatang. Pemilu dilengkapi dengan peraturan hukum yang wajib ditaati, dimana presiden yang nantinya terpilih haruslah memiliki total jumlah pemilih 50% + 1 dan presiden yang memenangkan pemilu tersebut hanya dapat menjabat selama 5tahun dan hanya bisa memimpin selama 2 periode.

Menurut kami: kita sebagai generasi muda harusnya peka terhadap kehidupan politik, terlebih kita sebagai mahasiswa memiliki pengertian yang cukup akan permasalahan politik negara kita. Jadi di tahun 2014 mendatang kita sebagai mahasiswa juga harus aktif memberikan suara kita untuk memilih capres beserta cawapres yang kita rasa tepat untuk memimpin negara.

Gender dan Media

Oleh : Ibu Henny Wirawan

Mahasiswa diminta melakukan diskusi kelompok mengenai pandangan media dan masyarakat terhadap perbedaan gender.

Perempuan selalu diidentikan dengan kelemah lembutanm cantik, menarik, cerewet dan suka menumpahkan keluh kesahnya di media sosial, sedangkan laki-laki identik dengan maco, dan mereka menganggap bahwa menuangkan perasaan di media sosial itu sama saja seperti banci.

Secara tidak sadar persepsi akan ciri khas perempuan dan laki-laki turut mempengaruhi gerak-gerik media sosial. Perempuan menjadi sorotan utama media sosial dan masa, jelas karena perempuan lebih menarik, acara-acara di televisipun isisnya lebih banyak ditujukan untuk perempuan, mulai dari acara masak, sinetron sampai dengan infotaiment. Hal tersebut disebabkan karena perempuan merupakan pangsa pasar media massa dan sosial yang paling besar dan paling berpengaruh.

Menurut kami: ya benar adanya bahwa perempuan memiliki pengaruh yang besar dalam media, hal tersebut mungkin juga dipengaruh karena populasi perempuan yang lebih banyak dibanding lelaki, tapi isi acara di media masa juga sebenarnya banyak yang ditujukan untuk lelaki acara-acara olah raga misalnya, dan acara masak-masak dengan host yang perempuan yang cantik tentu juga sangat menarik minat para laki-laki.

Iklan dan Kekerasan Simbolik

Oleh : Ibu Endah Merwani

Iklan, dimanapun kita berada pasti ada iklan, entah itu di televisi, lift, bus, bahkan sampai di toilet sekalipun ada iklan. Iklan merupakan bentuk promosi barang ataupun jasa. Namun seiring dengan berjalannya waktu iklan mengalami pergeseran fungsi, saat ini iklan juga memberi pengaruh terhadap gaya hidup, sistem nilai, sampai dengan selera.

Bagaimana mungkin iklan dapat mempengaruhi sistem nilai? hal itu disebabkan karena adanya proses penanaman nilai dari isi suatu iklan yang membentuk habitus sistem nilai itu sendiri. Dan isi iklan secara halus memaksakan nilai, standar serta kebudayaan mereka sebagai acuan terbaik. Dari hal tersebut seringkali membentuk perbedaan tata cara sosial yang mengklasifikasikan kelas-kelas kehidupan masyarakat.

Contoh iklan parfum diatas, CHANEL selalu membuat iklan parfumnya identik dengan perempuan cantik, seksi, menarik dan elegan. Isi dari iklan tersebut menanamkan penilaian kepada perempuan-perempuan yang melihatnya bahwa perempuan itu memang seharusnya seperti itu, cantik, menarik, seksi dan harum.

Padahal didunia nyata tidak semua perempuan loh yang terlahir dengan paras cantik dilengkapi dengan harta yang melimpah agar bisa tampil elegan, hal ini sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh Baudrillard yang menganggap bahwa iklan sebagai wacana yang dikodekan dan melekat pada sebuah produk, tidak memiliki hubungan dengan realitas. Sedangkan menurut Barthes sendiri tanda bisa saja merepresentasikan realitas ( siknifikasi tingkat pertama atau denotasi ). Lalu di tingkat dua atau denotasi; tanda bisa merepresentasikan sesuatu yang hanya bisa dipahami lewat situasi kultural atau sosial yang sama.

Wednesday, December 11, 2013

Media Baru dan Media Sosial.

                                                 (Oleh: Bapak Irwan julianto)

Media baru bersifat digital meliputi internet sedangkan media sosial adalah jejaring sosialnya seperti twitter, facebook, yahoo dsb. Maka dari itu media sosial masuk didalam media baru atau dengan kata lain media sosial terbentuk karena adanya media sosial.

Interactivity merupakan salah satu dari kelebihan media baru, dimana dengan media baru interaksi dapat berjalan dengan baik dibandingkan media lama. Jadi perbedaan media lama dengan media baru ialah, Media Baru tersebar dari banyak narasumber untuk banyak khalayak (many to many) , sedangkan Media Lama tersebar dari satu sumber kepada banyak khalayak (one to many).

Beberapa ciri dari media baru menurut Straubhaar et al:
1.     Digital: digitalisai dapat meningkatkan kualitas transmisi.
2.     Interactive:  adanya tv, iklan dan website interaktif.
3.     Social Media: media yang isinya diciptakan dan didistribusikan lewat interaksi social.
4.     Asynchronous Communication: konsumsi media dapat dilakukan sesuai waktu yang diinginkan si pengguna.
5.     Narrowcasting: siaran ataupun kinten-konten yang diinginkan dapat dipesan secara khusus sesuai selera pribadi.
6.     Multimedia: dalam media baru pengguna bisa membaca artikel sekaligus mennton video, mendengarkan lagu, chatting dan lain-lain.

Selain untuk bertukar informasi, media sosial dapat digunakan juga sebagai media politik baik itu untuk membentuk citra atau bahkan menjatuhkan citra seorang politisi.

Menurut kami: dengan adanya media baru yang didalamnya terdapat kecanggihan media sosial sangat memudahkan kami sebagai mahasiswa untuk melakukan banyak kegiatan salah satunya dalam mengerjakan tugas, namun sayangnya beberapa orang menyalahgunakan media sosial, secara tidak bijak mereka malah menuai perang di media sosial 'Tweet War' misalnya.

Media Communication Today and Tomorrow


Kukuh Sanyoto





Perubahan adalah satu satu hal yang pasti akan terjadi. Tidak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri. Tidak ada yang kekal di dunia ini.

Buatlah perubahan agar tercipta peluang. Orang kreatif adalah orang yang melihat pengecualian dalam sebuah aturan.

Perubahan merupakan suatu yang berkelanjutan. Orang adalah medianya sendiri. Tidak ada lagi media massa saat ini. Ini yang disebut dengan deskonstruksi media.




The Future of communication is the future of Human Evolution



Change as continuity… Not Novelty



COMMUNICATIONS MEDIA
• Space defined by Media Owner
• Brand in control
• One way / Delivering a message
• Repeating the message
• Focused on the brand
• Entertaining
• Company created content


SOCIAL MEDIA
• Space defined by Consumer
• Consumer in control
• Two way / Being a part of a conversation
• Adapting the message/ beta
• Focused on the consumer / Adding value
• Influencing, involving
• User created content / Co-creation



Creative people look at Exception and see it as the Rule: They see X as Y



Menurut jenisnya, media komunikasi dapat dikelompokan dalam tiga macam, yaitu:


Media Komunikasi berupa Audio ( Media Komunikasi Audio )
Alat komunikasi yang dapat ditangkap melalui alat pendengaran.

Media Komunikasi berupa Visual ( Media Komunikasi Visual )
Alat komunikasi yang ditangkap melalui alat penglihatan.

Media Komunikasi yang berupa Audio Visual ( Media Komunikasi Audio Visual)
Alat komunikasi yang dapat dilihat dan dapat didengar.



Changing The Media Landscape

Old Way
New Way
Information Age
Participation Age
Media owners in control
Media consumers in control
Advertising to mass audience
Advertising to targeted audience
One size fits all products
Customizable products
Publish once & distribute one way
Publish once & distribute many ways
Content is king
(commoditized content)
Context is king
(differentiated content)
Marketing focus on awareness and
consideration (CPM)
Marketing focus on preference,
purchase and retention
(Cost per Lead, Cost per Click,
Convenience is good
Convenience is essential


Kukuh Sanyoto




Leonardus G.
Willy C.
Brenda S.
Jojo T.

Toleransi Merupakan Wujud Pemahaman Kesadaran Pluralisme


Prof. Dr. dr. H. Hadiman, SH, Msc
Dosen Pasca Sarjana UI





7 prinsip utama dalam organisasi yaitu:

1. Pembagian pekerjaan yang jelas menurut tujuan, proses waktu ataupun lokasi
2. Hubungan otoritas yang jeas
3. Ruang lingkup yang jelas
4. Kesatuan komando
5. Pendelegasian tanggung jawab & otoritas yang jelas
6. Kerjasama mealui pelatihan & komunikasi
7. Job analysis


Organisasi juga dibagi menjadi 3 level, yakni: Pemimpin, Ilmuwan, dan Manajer.
Setiap level memiliki kewajiban dan tanggung jawabnya masing-masing, serta tentunya harus disertai dengan moralitas dan integritas saat memegang kekuasaan atau jabatan.

Pemimpin
tidak pernah bohong pada anak buah, membela anak buah, rela berkorban untuk anak buah, tidak sukar dihubungi, menjadi contoh bagi semua anak buahnya, tidak pernah mengambil se-sen pun hak anak buahnya, berani mengambil keputusan dan perilakunya santun.

Manajer
harus memahami dan terampil melaksanakan teori-teori tentang teknik, taktik, strategi dalam bidangnya; memahami dan terampil merealisasi Human Relation and Communication; Leader Ship dan Motivation; peka pada lingkungannya baik dalam maupun luar, menjadi contoh, berperilaku santun, bisa menjadi mediator dalam konflik dan iman takwanya mantap.

Ilmuan
bahwa belajar itu baik, mempunyai idealisme, iman takwanya mantap, menjadi contoh dan berperilaku santun.



Terdapat 6 masalah besar yang melilit bangsa kita yaitu:

1. Kemiskinan
2. Pengangguran
3. Ketidakadilan
4. Kekerasan
5. Penyalahgunaan kekuasaan
6. Rendahnya kualitas pendidikan


Solusi dalam menghadapi permasalahan dan persoalan bangsa adalah:

• Konstituensi yang berandil mewujud nyatakan ketidak piawaian & kegagalan berelasi

• Perwujud nyatakan sikap dan perilaku tidak senantiasa seiring sejalan sesuai dengan pengetahuan dan pemahaman


Sedangkan situasi dan kondisi negara saat ini menurut para pakar

Menurut Tavern
Suatu negara hancur bila institusi negaranya rusak, lingkungan hidupnya rusak dan manusianya rusak


Menurut Mahatma Gandhi
Yang merusak dunia adalah politik tanpa prinsip, berdagang tanpa modal, kaya tanpa bekerja, nikmat tanpa nurani, ilmu tanpa moral dan ibadah tanpa pengorbanan


Menurut Budi Darma
Korupsi sedemikian kuat membelenggu kita, mulai dari istana sampai ke kantor kelurahan, sejak bangun tidur hingga menjelang tidur lagi, sejak lahir sampai meningga dan merambah dari tempat ibadah sampai ke toilet.


Menurut Sekjen T.I (Emmy Hafid)
Dari hasil survey Transparency Internasional mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara terkorup no.6 di dunia dari 133 negara selama tahun 2012.



Toleransi beragama yang dapat menjamin keberadaan dan perbedaan bangsa yang merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa, sebagai berikut :


Manusia diharamkan Allah untuk saling berselirih, bermusuhan dan merusak
Manusia diharamkan Allah untuk memelihara sifat dengki dan benci
Manusia harus berlaku lemah lembut
Manusia harus senang memaafkan kesaahan orang lain
Manusia tidak boleh mencari-cari kesalahan orang lain
Manusia harus menyadari bahwa manusia berbeda-beda pendapat, keadaan dan usahanya
Manusia harus menyadari bahwa setiap manusia memiliki cara sembahyang dan kiblat yang berbeda-beda
Manusia harus menyadari bahwa pada hakekatnya semua manusia adalah bersaudara
Manusia harus menyadari bahw manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling kenal mengenal
Manusia harus menyadari bahwa manusia berbeda-beda warna kulit dan bahasa
Manusia tidak boleh mengolok-olok, buruk sangka dan mencari-cari kesalahan orang lain

Manusia tidak boleh berhati iri dan dengki
Manusia tidak boleh sombong dan membanggakan diri

Manusia tidak boleh memfitnah dan berprasangka buruk
Manusia tidak boleh jahat, judi dan mabuk
Manusia tidak boleh menyembah hawa napsu



Pendidikan sejak usia dini tentang “Nasional and Character Building.”
Hilangkan budaya tak terpuji yaitu hilangkan rasa malu, rasa bersalah, arogant, mentalitas menerabas, pilihan tindakan yang buruk dan melanggar peraturan.



Prof. Dr. dr. H. Hadiman, SH, Msc.





Leonardus G.
Willy C.
Brenda S.
Jojo T.

Kode Etik Jurnalistik


Agus Sudibyo
Anggota Dewan Pers
Ketua Komisi Pengaduan Maysrakat dan Penegakan Etika Pers





Profesi jurnalis harus memperhatikan kode etik yang ada didalamnya. Pasal-pasal yang terdapat dalam kode etik jurnalistik terdiri dari:



Pasal 1

Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang dan tidak beretikad buruk.

Wartawan berita harus bisa bersikap tidak memihak, memberitakan fakta (tidak tipu-tipu), dan berita yang diberipun harus akurat.


Pasal 2
Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang professional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.

Seorang jurnalis harus bisa menghormati dan menghargai privasi seseorang dan harus bisa menunjukan jiwa yang profesional dalam melakukan peliputan berita.


Pasal 3
Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbamg, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

Sebagai seorang jurnalis harus dapat melakukan cek dan ricek terhadap sebuah informasi. Jurnalis harus bersifat kritis dan tidak mudah percaya kepada sebuah informasi. Ini meminimalisir terjadinya salah informasi yang dapat merugikan banyak pihak.


Pasal 4
Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis dan cabul.

Seorang jurnalis harus bisa menghindari pemberitaan-pemberitaan yang tidak sesuai dengan kebenarannya maupun fitnah. Mereka juga harus bisa menghindari pemberitaan yang bersifat porno.


Pasal 5
Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan asusila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.

Korban dari kejahatan asusila harus diberikan perlindungan 
dan juga jangan mengekspos muka para pelaku kejahatan. Terlebih lagi korban atau pelakunya adalah anak-anak dibawah umur.


Pasal 6
Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.

Seorang jurnalis tidak diperkenankan menerima suap dalam bentuk apapun dan dari siapapun.


Pasal 7
Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan “off the record” sesuai dengan kesepakatan.

Seoran gjurnalis harus bisa merahasiakan keselamatan diri narasumber beritanya bila berita yang diberikan itu dianggap bisa mencelakakan hidup sang narasumber.
off the record -  membeberkan informasi tetapi tidak direkam atau disiarkan dengan media apapun.


Pasal 8
Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, cacat, sakit jiwa atau cacat jasmani.

Seorang jurnalis harus bisa tidak memberitakan SARA jika berita yang diberikan belum pasti kebenarannya. Kalau sudah benar juga tidak boleh memberitakn hal berbau SARA.


Pasal 9
Wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.

Seorang jurnalis tidak diperbolehkan untuk mengekspos atau mengorek hal-hal bersifat pribadi sang narasumber maupun keluarga sang narasumber. Hal ini hanya diperkenankan jika diperuntukan kepada publik.


Pasal 10
Wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar dan atau pemirsa.

Seorang jurnalis harus bisa dengan cepat mencabut maupun meralat pemberitaan yang dianggap tidak sesuai fakta maupun akurat dan harus meminta maaf kepada khalayak.


Pasal 11
Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.

Hak Jawab - merupakan hak yang dimiliki seorang jurnalis yang membuat mereka dapat membenarkan atau memberikan sanggahan mengenai pemberitaan yang dianggap buruk atas mereka.

Hak Koreksi - merupakan hak yang dimiliki sorang jurnalis yang membuat mereka dapat melakukan koreksi atas pemberitaan yang mereka beritakan.



Agus Sudibyo
8 Oktober 2013



Leonardus G.
Willy C.
Brenda S.
Jojo T.

Tuesday, December 10, 2013

TEORI KOMUNIKASI DAN EKONOMI POLITIK MEDIA


Dr. Eko Harry Susanto, M. Si



Teori-teori Komunikasi:

Model Retorika (Aristotelian View)
Sederhana dan bersifat linier, sesuai dengan fakta historis kekuatan elite.


Speaker -> Arguments -> Speech -> Listener(s)



Two Step Flow Concept of Communication (Katz and Lazarsfeld)

Source -> Message -> Mass Media -> Opinion Leader -> Public



Lasswell's Model:

Who -> What -> Channel -> Whom -> Effect



Shannon and Weaver’s Model

                                              Signal                     Received Signal
Information Source -> Transmitter -> Channel -> Receiver -> Destination
                                                            I
                    Message                  Noise Source          Message


David Berlo’s Model
Source
communication skill, attitudes, knowledge, social system, dan culture.

Message
elements, structure, content, dan treatment.

Channel
seeing, hearing, touching, smelling, dan tasting.

Receiver
communication skill, attitudes, knowledge, social system, dan culture.



Efektivitas Komunikasi (Tub dan Moss, 2004)
Komunikasi efektif, terjadi jika respons yang diinginkan si pengirim, sesuai dengan respons yang diberikan oleh penerima.



Pers Bebas: CYBERNETICS - KONSEP UMPAN BALIK (Myers and Myers, 1988)

Konsep Umpan Balik penting untuk memahami bekerjanya sistem komunikasi dalam politik.
Memiliki kelebihan lebih akurat, meningkatkan rasa percaya, mengurangi kecewa penerima, moral tinggi. Memiliki kekurangannya memakan waktu, menekan pada pengirim, menurunkan prestise



Media Pembangunan: Konsep Satu Arah Dalam Komunikasi

Memiliki kelebihan tampak tertib karena pengirim tidak ditanya, pengirim lebih ber-prestise dan berwenang, cepat dan murah. Memiliki kekurangan penerima dapat kecewa, ketelitian rendah, kurang kepercayaan terhadap informasi .


Ekonomi Politik Media

Beliau menyampaikan bahwa dunia Ruang Publik yang seharusnya sebagai potensi demokratis media kini tenggelam ketika rasionalitas birokrasi atau modal mulai mengambil alih dan mendominasi fungsi, sistem kerja dan orientasi produksi media.

Hal ini dapat dilihat dalam UU No. 32/2002 mengenai penyiaran. Sebagai mahasiswa yang berkonsentrasi pada bidang advertising hal ini menurut saya dapat mempengaruhi isi siaran – siaran yang diproduksi dan ditayangkan. Hal ini disebabkan karena isi siaran tidak lagi berdasarkan kepada ideologi – ideologi dan fakta yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat, melainkan dikuasai oleh para pemilik modal dimana mereka dapat sesuka hati menentukan isi siaran dan iklan mereka sesuai dengan kepentingan pemilik.

Bagi para politisi yang memiliki stasiun televisi sendiri secara bebas melakukan pencitraan dan kampanye di stasiun televisinya sendiri. Hal ini menyebabkan kampanye politik di media dikuasai oleh beberapa nama besar saja.

Fungsi Utama Demokrasi Media
- Media sebagai ruang publik politis
- Rasionalitas komunikatif media mewujudkan kedaulatan publik
- Media massa sebagai cermin masyarakat

Dilihat dari fungsi utama demokrasi media menurut saya sebagai mahasiswa periklanan seharusnya kepemilikan media dan konglomerasi media yang dikuasai oleh politisi merupakan penghianatan terhadap demokrasi media karena mereka menggunakan media yang dimiliki untuk kepentingan mereka saja, tidak mengutamakan kepentingan publik.

Problem yang dihadapi oleh media saat ini untuk menjadi demokratif :
Orientasi bisnis / motif keuangan
Profesionalisme jurnalis dan institusi
Tidak independen dan transparan

Media dewasa ini dalam pengambilan kebijakan dan keputusan sekarang sudah sangat terpengaruh oleh problem - problem demokratif, yang paling terlihat adalah tidak independen dan transparannya media tergantung dari apa kepentingan dari pemiliknya. Sehingga isi siaran, berita, dan iklan – iklan yang ada pada media tersebut condong membela dan untuk kepentingan pemiliknya. Media cenderung bergerak ke arah otoriter dan tidak demokratis karena tekanan dari pemilik media. Sebagai contoh media cetak khususnya koran di daerah - daerah isi berita di tiap halaman koran dapat dikontrak sehingga menyebabkan media tidak independen. Selain itu contoh lainnya adalah salah satu media televisi yang dimiliki oleh pemilik Lapindo tidak pernah menayangkan berita tentang Lapindo dari sudut pandang korban.



Ekonomi Media menurut Denis McQuail

Teori Media Politik adalah ketergantungan ideologi pada kekuatan ekonomi
Media bagian dari sistem ekonomi yang bertalian erat dengan sistem politik
Ekonomi media massa memiliki orientasi keuntungan yang dikehendaki oleh perusahaan untuk menjalankan roda organisasi.
Media sebagai institusi ekonomi beroperasi berdasarkan kepada rasionalitas bisnis bukan rasionalitas demokratis. Investasi di media oleh pada investor bukan karena idealisme melainkan semata - mata hanya untuk bisnis.



Dr. Eko Harry Susanto, M. Si
24 September 2013






Leonardus G.
Willy C.
Brenda S.
Jojo T.

Marketing Politik


Marketing dan Politik itu saling bertentangan? Bisakah politik dikaitkan dengan marketing?
Oleh: Bu Sarah Santi, Msi



Marketing seringkali dikatakan sebagai pemasaran dan erat kaitannya dengan sales. Proses yang memungkinkan adanya pertukaran. Marketing sendiri tidak harus berkaitan dengan insitusi ataupun sebuah bisnis. Sedangkan Politik erat kaitannya dengan korupsi, tapi sebenarnya politik ialah usaha yang kita lakukan untuk merealisasikan kepentingan kita.

Sekarang ini marketing tidak hanya sekedar berjualan ataupun memasarkan barang tetapi juga sudah bergeser kepada dunia politk. Dimana Marketing politik bertujuan untuk menjadikan permasalahan yang dihadapi pemilih adalah langkah awal dalam menyusun program kerja yang ditawarkan dalam kerangka masing-masing ideologi partai (Dermody & Scullion, 2001).

Menurut kami: politik dan marketing keduanya merupakan hal yang akrab satu sama lain. Manffatnya sendiri tergantung dari partai politik sendiri, bagaimana mereka dapat menyusun strategi marketing yang efektif.

Jurnalistik dan Kebenaran

Pada pertemuan kali ini, pembicara memutarkan sebuah film mengenai kegiatan jurnalis dan meminta kami untuk memberikan opini atas film yang ditayangkan tersebut. Film yang diputar berjudul "Ressurecting the Champ" dan kesimpulan yang bisa kami berikan adalah:


Pada film tersebut menggambarkan keadaan dunia jurnalistik pada saat ini. Jurnalis yang pada awalnya berfungsi sebagai penyampai fakta di lapangan, namun saat ini tidak memberikan kebenaran atau keadaan yang sesungguhnya kepada masyarakat. Sudah terlalu banyak agenda setting yang diperuntukan bagi kiepentingan sang pemilik media tersebut.

Pemberitaan di media tidak lagi disampaikan dengan tujuan menginformasikan fakta tetapi sebagai media yang diperjualbelikan untuk mendapatkan keuntungan. Nilai jual berita sudah lebih menarik kelihatannya daripada kebenaran fakta dari berita tersebut.



Jerome, Redaktur International Media Indonesia
3 September 2013





Leonardus G.
Willy C.
Brenda S.

Penyiaran Di Indonesia

Oleh: Bapak Paulus Widiyanto 



Pertanyaan pertama yang Pak Paulus ajukan kepada mahasiswa siang itu "Apakah fungsi dari undang-undang penyiaran?" Karena isi siaran memiliki kekuatan yang mampu mengubah pola pikir sampai gaya hidup seseorang. Selain dari isi penyiaran, undang-undang tersebut juga berfungsi untuk menghindari monopoli isi dan kepemilikan itu sendiri (ekonomi)..


Selain itu Pak Paulus juga sempat membahas tentang era digital yang akan datang, yang memiliki kualitas lebih baik dibanding saat ini. Kelebihan TV Digital juga terdapat pada jumlah kanal yang lebih banyak, suara yang lebih jernih, dan kualitas gambar yang lebih baik. Penonton dapat berinteraktif seperti melakukan voting dan polling.


Menurut kami: pada kenyataannya undang-undang penyiaran seringkali masih disalahpahami atau bahkan kurang dimengerti oleh beberapa media bahkan pelaku entertaiment di Indonesia, contohnya seorang presenter yang memiliki banyak acara di televisi, presenter tersebut telah beberapa kali ditegur oleh KPI atas ucapannya. Jadi ada baiknya jika pemerintah lebih mensosialisakikan lagi undang undang penyiaran tersebut.

Komunikasi


Kata “komunikasi” berasal dari bahasa Latin, “comunis”, yang berarti membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Akar katanya “communis” adalah “communico” yang artinya berbagi. Dalam literatur lain disebutkan komunikasi juga berasal dari kata “communication” atau “communicare” yang berarti "membuat sama" (to make common).
Istilah “communis” adalah istilah yang paling sering di sebut sebagai asal usul kata komunikasi, yang merupakan akar dari kata kata Latin yang mirip komuniksi menyarankan bahwa suatu pikiran, suatu makna, atau suatu pesan di anut secara sama.


Lasswell - 1960, komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa? mengatakan apa? dengan saluran apa? kepada siapa? dengan akibat atau hasil apa? (who? says what? in which channel? to whom? with what effect?).
Raymond Ross mengatakan, komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu pendengar membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.


Tujuan komunikasi adalah menciptakan pemahaman bersama atau mengubah persepsi, bahkan perilaku. Sedangkan menurut Katz an Robert Kahn yang merupakan hal utama dari komunikasi adalah pertukaran informasi dan penyampaian makna suatu system social atau organisasi. Akan tetapi komunikasi tidak hanya menyampaikan informasi atau pesan saja, tetapi komunikasi dilakukan seorang dengan pihak lainnya dalam upaya membentuk suatu makna serta mengemban harapan-harapannya. Dengan demikian komunikasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan betapa efektifnya orang-orang bekerja sama dan mengkoordinasikan usaha-usaha untuk mencapai tujuan.




H.H. Daniel Tamburian
20 Agustus 2013





Leonardus G.
Willy C.
Brenda S.

Saturday, September 21, 2013

From PR to Corporate Communication

Selasa 10 september 2013

Seorang PR mempunyai peranan sebagai penghubung antara perusahaan dengan publik, dan hal tersebut dilakukan dengan cara komunikasi dan disebut sebagai corporate communication.

Public Relations adalah proses yang kontinyu dari usaha-usaha manajemen untuk memperoleh goodwill (kemauan baik) dan pengertian dari pelanggan, pegawai, dan publik yang lebih luas. Ke dalam mengadakan analisis dan perbaikan diri sendiri, sedangkan keluar memberikan pernyataan-pernyataan.
Sedangkan corporate communication bertujuan untuk membangun reputasi (bagaimana cara pandang publik terhadap kredibilitas organisasi / perusahaan). 

Kami setuju dengan apa yang Bapak Wijaya Laksana sampaikan tersebut. Karena untuk membangun reputasi dibutuhkan proses yang panjang dan detil, seperti mencari tahu mengenai apa yang benar-benar publik pikirkan tentang organisasi/perusahaan agar manajemen dengan segera dapat mengetahuinya atau PR bekerja guna mengantisipasi secara benar perasaan publiknya.


Konsep Corporate Communication muncul pada tahun 1970an dipelopori oleh Mobil Oil, yang mengembangkan strategi PR yang kompleks dan menyeluruh untuk mematahkan isyu pencemaran lingkungan & tuduhan pengambilan keuntungan yang berlebihan dari bisnis minyak. 

Apa aja sih tugas dari corporate communication?
•Corporate Culture
Merupakan salah satu bentuk implementation strategy, yang didahului oleh formulation strategy. Perusahaan memiliki Visi Misi dan Budaya Perusahaan

•Corporate Identity
Merupakan salah satu aplikasi desain komunikasi visual, sebagai salah satu cara bersaing dan dapat bersaing di pasar yang berkembang

•Corporate Philosophy
Merupakan filosofi yang dipegang perusahaan dan menjadi dasar bagi perusahaan dalam menjalankan perencanaan dan program perusahaan

•Corporate Citizenship
Merupakan suatu cara pandang perusahaan dalam bersikap dan berperilaku ketika berhadapan dengan pihak lain, misalnya pelanggan pemasok, masyarakat, pemerintah dan pemangku kepentingan (stakeholder) lainnya.

•Good Press Relation
Salah satu peranan penting dalam kemajuan dan perkembangan perusahaan/instansi yang menyangkut pemberitaan baik negatif maupun positif. Pers merupakan kunci kesuksesan dari kegiatan public relations suatu perusahaan.

•Penguasaan Tools dan Technologies
Di era modern saat ini para praktisi humas dalam tugasnya menggunakan beragam media dan teknologi yang membantu menciptakan, mengirim, dan mencari komunikasi yang efektif dan efisien diantara para pekerja dan klien perusahaan.