Tuesday, December 10, 2013

TEORI KOMUNIKASI DAN EKONOMI POLITIK MEDIA


Dr. Eko Harry Susanto, M. Si



Teori-teori Komunikasi:

Model Retorika (Aristotelian View)
Sederhana dan bersifat linier, sesuai dengan fakta historis kekuatan elite.


Speaker -> Arguments -> Speech -> Listener(s)



Two Step Flow Concept of Communication (Katz and Lazarsfeld)

Source -> Message -> Mass Media -> Opinion Leader -> Public



Lasswell's Model:

Who -> What -> Channel -> Whom -> Effect



Shannon and Weaver’s Model

                                              Signal                     Received Signal
Information Source -> Transmitter -> Channel -> Receiver -> Destination
                                                            I
                    Message                  Noise Source          Message


David Berlo’s Model
Source
communication skill, attitudes, knowledge, social system, dan culture.

Message
elements, structure, content, dan treatment.

Channel
seeing, hearing, touching, smelling, dan tasting.

Receiver
communication skill, attitudes, knowledge, social system, dan culture.



Efektivitas Komunikasi (Tub dan Moss, 2004)
Komunikasi efektif, terjadi jika respons yang diinginkan si pengirim, sesuai dengan respons yang diberikan oleh penerima.



Pers Bebas: CYBERNETICS - KONSEP UMPAN BALIK (Myers and Myers, 1988)

Konsep Umpan Balik penting untuk memahami bekerjanya sistem komunikasi dalam politik.
Memiliki kelebihan lebih akurat, meningkatkan rasa percaya, mengurangi kecewa penerima, moral tinggi. Memiliki kekurangannya memakan waktu, menekan pada pengirim, menurunkan prestise



Media Pembangunan: Konsep Satu Arah Dalam Komunikasi

Memiliki kelebihan tampak tertib karena pengirim tidak ditanya, pengirim lebih ber-prestise dan berwenang, cepat dan murah. Memiliki kekurangan penerima dapat kecewa, ketelitian rendah, kurang kepercayaan terhadap informasi .


Ekonomi Politik Media

Beliau menyampaikan bahwa dunia Ruang Publik yang seharusnya sebagai potensi demokratis media kini tenggelam ketika rasionalitas birokrasi atau modal mulai mengambil alih dan mendominasi fungsi, sistem kerja dan orientasi produksi media.

Hal ini dapat dilihat dalam UU No. 32/2002 mengenai penyiaran. Sebagai mahasiswa yang berkonsentrasi pada bidang advertising hal ini menurut saya dapat mempengaruhi isi siaran – siaran yang diproduksi dan ditayangkan. Hal ini disebabkan karena isi siaran tidak lagi berdasarkan kepada ideologi – ideologi dan fakta yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat, melainkan dikuasai oleh para pemilik modal dimana mereka dapat sesuka hati menentukan isi siaran dan iklan mereka sesuai dengan kepentingan pemilik.

Bagi para politisi yang memiliki stasiun televisi sendiri secara bebas melakukan pencitraan dan kampanye di stasiun televisinya sendiri. Hal ini menyebabkan kampanye politik di media dikuasai oleh beberapa nama besar saja.

Fungsi Utama Demokrasi Media
- Media sebagai ruang publik politis
- Rasionalitas komunikatif media mewujudkan kedaulatan publik
- Media massa sebagai cermin masyarakat

Dilihat dari fungsi utama demokrasi media menurut saya sebagai mahasiswa periklanan seharusnya kepemilikan media dan konglomerasi media yang dikuasai oleh politisi merupakan penghianatan terhadap demokrasi media karena mereka menggunakan media yang dimiliki untuk kepentingan mereka saja, tidak mengutamakan kepentingan publik.

Problem yang dihadapi oleh media saat ini untuk menjadi demokratif :
Orientasi bisnis / motif keuangan
Profesionalisme jurnalis dan institusi
Tidak independen dan transparan

Media dewasa ini dalam pengambilan kebijakan dan keputusan sekarang sudah sangat terpengaruh oleh problem - problem demokratif, yang paling terlihat adalah tidak independen dan transparannya media tergantung dari apa kepentingan dari pemiliknya. Sehingga isi siaran, berita, dan iklan – iklan yang ada pada media tersebut condong membela dan untuk kepentingan pemiliknya. Media cenderung bergerak ke arah otoriter dan tidak demokratis karena tekanan dari pemilik media. Sebagai contoh media cetak khususnya koran di daerah - daerah isi berita di tiap halaman koran dapat dikontrak sehingga menyebabkan media tidak independen. Selain itu contoh lainnya adalah salah satu media televisi yang dimiliki oleh pemilik Lapindo tidak pernah menayangkan berita tentang Lapindo dari sudut pandang korban.



Ekonomi Media menurut Denis McQuail

Teori Media Politik adalah ketergantungan ideologi pada kekuatan ekonomi
Media bagian dari sistem ekonomi yang bertalian erat dengan sistem politik
Ekonomi media massa memiliki orientasi keuntungan yang dikehendaki oleh perusahaan untuk menjalankan roda organisasi.
Media sebagai institusi ekonomi beroperasi berdasarkan kepada rasionalitas bisnis bukan rasionalitas demokratis. Investasi di media oleh pada investor bukan karena idealisme melainkan semata - mata hanya untuk bisnis.



Dr. Eko Harry Susanto, M. Si
24 September 2013






Leonardus G.
Willy C.
Brenda S.
Jojo T.

No comments:

Post a Comment